Mazhab/Golongan/Aliran/Tharekat/Firqah/Sekte Dalam Islam

Mazhab/Golongan/Aliran/Tharekat/Firqah/Sekte dalam Islam, dihimpun secara acak dari berbagai situs Internet yang sesat dan tidak sesat, sebagai berikut :

1. Mazhab Sunni/Ahlussunah Waljama’ah

2. Mazhab Hanafi

3. Mazhab Maliki

4. Mazhab Hambali

5. Mazhab Safe’i

6. Wahaby

7. Salafy

8. Taliban

9. Al Qaeda

10.  Tharekat Qadiriyah

11.  Tharekat Naqsabandiyah

12.  Tharekat Rifa’iah

13.  Tharekat Samariyah

14.  Islam Abangan

15.  Jema’ah Takfiriah

16.  Ikhwanul Muflisin

17.  Ikhwanul Muslimin

18.  Jema’ah Taqrib

19.  Nawashib/Nashibi

20.  Rafidhah

21.  Khawarij

22.  Jema’ah Tabligh

23. Hizbutz Tahrir

24. Darul Islam

25. Daulah Islamiah

26. Mazhab Syi’ah Imamiyah/Ja’fari/Ahlul Bait

27. Mazhab Syi’ah Zaidiyah

28. Mazhab Syi’ah  Ismailiyah

29. Mazhab Syi’ah Fathimiyah

30. Mazhab Syi’ah Bathiniah

31. Jema’ah Hizbiyah

31. Jema’ah Thaifiyah

32. Jema’ah Islamiyah

33. Ahmadiyah

34. Islam Liberal

35. Lia Eden

36. Aliran Bahaiyyah

37. Aliran Babiyyah

38. Aliran Kasyfiyyah

39. Aliran Syaikhiyyah

40. Mu’tazilah

41. Murji’ah

42. Najjariah

43. Jabariah

44. Musyabbihah

45. Darul Hadits

46. Aliran LDII

47. Dhirariyah

48. Jahamiah

49. Karamiah

50. Aliran Hurufiyyah

51. Aliran Nuqtiyyah

52. Cari lagi…

Iklan

31 Tanggapan

  1. Juragan kade eta tah nomor 33 mah bukan ALIS (alran dalam Islam)
    Wayahna kedah dicoret bisi terjadi huru hara
    ihhhhhh hihhhhh…. siyeun

    • Kumargi dipostingna secara acak nu sesat sareng nu teu sesat, nya kapaksa Kang teu tiasa dicoret. Nu nomer 6 oge serem tina pemahamana nu radikal sareng akstreem, tos kabuktian seueur nu janten korban BOM. Cing naon deui atuh, manawi tiasa nambihan… 🙂

  2. Mas.. wawan sahabat ku..

    numpang tanya,
    kalo Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, termasuk aliran di atas yang mana.? harap maklum,.. saya termasuk mualaf.

    trus anda termasuk golongan yang mana.? organisasi islam di indonesianya.?

    trus kalo juragan Haniip,. termasuk yang mana.? kan orang indonesia juga.?

    maaf barangkali bersifat pribadi..

    Jaza kumullaahi khoiroh.

    • Assalamu’alaikum…

      Selamat datang sahabatku Mas Rudi di blog yg masih gersang ini. Sepengetahuan saya Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Persis adalah Ormas Islam termasuk dlm Mazhab Sunni/Ahlusunnah Waljama’ah. Kalau saya hidup dan dibesarkan di lingkungan Nahdlatul Ulama dan juragan Haniif sepengetahuan saya dia termasuk Sunni, namun Ormasnya saya tidak tahu. Akan tetapi dalam beragama tidak ada suatu kewajiban untuk bermazhab. Demikian penjelasan dari saya, semoga anda berkenan.

      Wassalamu’alaikum…

  3. Mazhab no 2

    .. he..he…he……… sampeyan bisa azaa..

  4. Oke,.. Pertama kali yang perlu ditekankan disini, sebenarnya saya sependapat dengan anda, yaitu selalu melaksanakan Shalat Jum’at di Masjid bersama sama dengan Ormas Nahdlatul Ulama dari pada di Muhammadiyah atau lainnya. Tetapi sekedar menunjukan rasa SPORTIF saya saja, sebelumnya saya mengalami pendidikan dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), yaitu aliran yg cukup Extrim menurut saya, yang sangat jarang orang bisa keluar dari ruang lingkup tersebut karena doktrin doktrinya yang luar biasa..sama kuatnya dengan mereka berpegang teguh terhadap Al Quran dan Al Hadist. Dalam hal ini saya juga tidak mau menyalahkan mereka, karena didalamnya saya melihat banyak sekali kebenaran kebenaran yang membudaya, sangat ISLAM sekali (maunya sih MURNI).
    Tetapi dalam perjalanan hidup saya, saya ada banyak menemukan sisi kelemahan dalam arti “kesalahan” mereka yang mereka tidak mau menyadari, yang rata rata karena tidak bisa membedakan antara KEIMANAN dengan TAKLID BUTA.

    Maaf, kali ini saya ingin berkonsultasi dengan anda.
    Di dalam hadist yang kita pegang ada telah jelas diterangkan bahwa kita tidak boleh sholat menghadap Kuburan (sesuai protesnya Sunni juga) Tetapi dalam pengetahuan saya terhadap NU, banyak sekali saya melihat masjid masjid NU selalu didepannya / di balik tembok tempat Imam, ada beberapa kuburan orang orang yang di muliakan. Maaf barangkali anda berkenan memberikan penjelasan, bukan kah ini bertentangan dengan Islam.?

    Juga masalah IMAM, sebenarnya saya sependapat dengan anda bahwa “Barang siapa yang mati tidak dalam keadaan mengenal Imamnya, maka mereka akan mati dalam keadaan Jahiliyah”, tetapi merujuk ke jawaban anda bahwa Imam kita adalah Al Mahdi, beserta alasan alasannya, maaf, menurut saya adalah jawaban yang kurang tepat. karena beliau belum pernah sekalipun menyampaikan ajaran ajarannya. Lalu siapakah IMAM kita pada zaman sekarang ini.?? Maaf, bagi saya yang masih awam, pertanyaan itulah yang membingungkan saya. Dan karena Juragan Hanip lagi semedi, barangkali anda berkenan menjelaskan kepada saya.?

    Maaf kalau saya salah,. ini prisip saya, kalau seandainya ada orang sampai menampar kita sebagai Ahlul Jahannam, Ahlul Bit’ah, dll. saya rasa kita sebagai orang yang bijaksana tidak sewajarnya menerima hal itu adalah sesuatu yang negatip. Justru menurut saya, kita seharusnya berpikiran positif dan berterima kasih kepada mereka karena telah bersedia memberikan cermin dan koreksi diri, lalu mengejar alasan alasan mereka, supaya bisa terbuka Hijab kita. Mengingat Taruhannya adalah bukan hal yang sepele, yaitu Syurga dan Neraka.

    Sejujurnya saya tidak cukup yakin untuk bisa lolos dari seleksi GEGER 2012 yang semakin dekat, maka saya mengajak semua untuk berlomba lomba dalam kebajikan dan mencari kebenaran sejati.

    Dan bagi siapapun yang berkenan untuk memberikan bimbingan kepada kita semua, supaya kita bisa mengambil kesimpulan. saya akan sangat berterima kasih sekali..

    Salam Sahabat dalam Kasih..

    • Assalamu’alaikum…

      Sahabat Rudi yg baik hati,
      Terimakasih atas penjelasannya mengenai LDII, saya jadi ingin lebih mengetahui lebih jauh lagi pemahamannya yg Ektrem tsb. Kalau boleh tolong dijelaskan yg lebih spesifik lagi, karena anda pernah mengenyam pendidikan di lembaga tsb. Bagi saya shalat Jum’at di Ormas Islam mana saja juga boleh2 saja, karena tidak ada kewajiban untuk ber-Mazhab, apalagi ber-Ormas. 🙂

      Mengenai shalat menghadap kepada kuburan di mesjid NU, sungguh saya kurang mengerti. Mungkin itu hanya kebetulan saja ada kuburan disampingnya atau didepannya. Yang saya tahu shalat adalah menghadap ke arah Kiblat.

      Sepengetahuan saya semua mazhab Islam yg mengacu kepada Al Qur’an dan Al Hadits (Sunnah), semestinya sama pemahamannya karena mengacu kepada firman Allah swt:
      “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS. An-Nisaa’:59)

      Akan tetapi yg menjadikan pemahaman umat Islam berbeda adalah cara menafsirkan ayat tsb. Ada yg menafsirkan Ulil Amri tsb dgn Imam Shalat, Ulama, Presiden, Pimpinan Keluarga. Sebenarnya saya sangat tidak setuju dgn penafsiran tsb, karena ruang lingkupnya sempit tidak sesuai dgn tujuan Islam yg diturunkan kemuka bumi ini sebagai agama yg Rakhmatan lil’Alamin. Kalau menurut anda penafsirannya yg benar bagaimana?

      Sebenarnya saya sudah menjelaskan mengenai Ahlul Bait Nabi Muhammad saw di blognya Haniifa, namun entah mengapa mungkin tidak dibaca atau tidak mengerti, maka keluar umpatan Ahlul Jahannam, Ahlul Bit’ah, dll. Padahal itu ada hubungannya dgn hadits:
      “Barang siapa meninggal, sedangkan dia tidak mengetahui imam pada zamannya, maka dia meninggal dalam keadaan jahiliah” (HR Musnad Ahmad: 96)

      Saya juga maklum dgn umpatan2 itu, mungkin karena hidayah Allah belum sampai. Kewajiban saya hanya mengingatkan dan menyampaikan saja. Kalau kita mengikuti ajaran Ahlul Bait, maka akan kita dapatkan; Imam Al Mahdi sebelum masa kegaiban panjangnya (Ghaib Kubra), pernah berkata:

      “Hendaknya setiap orang diantara kalian berbuat sesuatu yang mendekatkan kecintaan kepada kami, menjauhkan diri dari hal-hal yang kami tidak sukai dan kami benci. Sesungguhnya perkara kami adalah perkara yang mendadak saat tobat tidak lagi berguna dan penyesalan tidak dapat menyelamatkannya dari azab kami. Sesungguhnya Allah telah mengilhamkan pada kalian perkembangan dan lemah lembut terhadap kalian dengan memberikan taufik dan rahmat-Nya pada kalian” (Al-Imamul Mahdi, Ahmad Ghazali hal 333)

      Dan banyak lagi sabda2nya. Demkian dulu penjelasan dari saya, semoga anda mengerti dan memahaminya.

      Wassalamu’alaikum…

  5. Menanggapi pertanyaan sahabatku ter kasih..
    Kalo masalah LDII, secara lengkapnya bisa di tanyakan ke mbah gugeel atau wikipedia, disana dibahas secara umum dan garis besarnya. Tetapi kalo yang menyangkut Extrim,.. wahh maaf, sebenarnya saya masih merasa ada kode Etik, tapi kalo ada sahabat nanya?,.. yaa sedikit boleh bisa saya simpulkan satu contoh, yaitu dari cara pandang masyarakat LDII terhadap selain golongannya, karena LDII sebenarnya adalah bukan ormas, tetapi adalah sebuah “ALIRAN” yang punya IMAM sendiri. LDII selalu memandang orang lain sebagai KAFIR, yang semuanya dipastikan akan masuk Neraka, dan orang Kafir adalah Halal Harta dan Darahnya, jadi kalau ada kejadian yang kontroversial, itu sebetulnya sah sah saja, apalagi kalo diniati untuk berjihad membela agamanya mengumpulkan dana misalnya. Tetapi itu semua hanya ada dalam desas desus sesama warga LDDI saja (Intern), tidak pernah ada seorang mubaligh mubalighot pun yang naik ke mimbar pengajian untuk mengajarkan hal itu, dan itupun di tutupi oleh Fatwa IMAM yang selalu menganjurkan untuk berlaku Fatonah Bitonah Budi Luhur, Luhuring budi karna Allah (Ini salah satu Doktrinnya yg berulang ulang). Dalam kehidupan kesehariannya, Mutawarik terhadap NAJIS sangat kentara sekali, kalo ada orang luar anggota masuk sholat kedalam masjid, sesudahnya orang trsbt pergi, lgs di pel lantainya,.. itu semua ada benarnya, tapi yang semuanya itu didasarkan karena saking mutawariknya terhadap Najis yang dibawa orang tersebut. Disilpin syariat, sangat terasa sekali, saya rasa melebihi militer. Tidak ada istilah laki laki menyentuh kulit perempuan yang bukan muhkrimnya, lebih baik terbakar api dari pada melakukanya. Rokok adalah racun dan mubazir, “sesungguhnya mubazir adalah temannya setan”, dan setan pasti masuk neraka. jadi tidak ada seorangpun warga LDII yang merokok, karena takut masuk neraka.
    Hemmh… jadi ngglambyar… sudah ahh…..jadi inget.
    Tapi semua itu ada Hikmahnya…..

    Balik maning nang Leeepp Toop..

    Oke mengenai kuburan,.. berarti kita sudah sepakat bahwa sebetulnya pandangan kita adalah sama dengan juragan..yaitu tidak boleh sholat menghadap kuburan. selebihnya nanti akan saya tanyakan lagi ke tukang bangunannya kali..?? (.hee…he..hee..)

    Kalau saya menangkap, juragan terlalu teliti dalam menseleksi banyak kata dalam hadist.. dan selalu mengutamakan Al Quran sebagai rujukan PERTAMAnya, karena dinilai lebih terjaga dan terjamin kemurniannya.

    Wawansyah berkata :

    “Saya juga maklum dengan umpatan2 itu, mungkin karena Hidayah Allah belum sampai. Kewajiban saya hanya mengingatkan dan menyampaikan saja”.

    Maaf, kalau boleh saya mengartikan maknanya, anda disini seolah olah berPRINSIP bahwa hanya mazhab anda sendirilah yang paling BENAR, dan mahzabnya Juragan adalah SALAH (baca: belum di beri hidayah), disamping itu tentunya anda juga berniat “sangat baik” (mengandung ketulusan hati) untuk menyampaikan hal hal yang menurut anda Hidayah.(segi baik anda)

    Marilah kita bandingkan dengan Firman Allah yang sama sama kita ketahui :

    “Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”. (Al-Maidah:48)

    Saya rasa sudah jelas sekali maksud saya… anda secara tidak sadar (maaf) belum menghayati Al Quran.

    Untuk pembahasan anda mengenai IMAM, terus terang saya agak mulai terseret keyakinan anda, saya mulai meresapi kebenarannya. Karena dalam pandangan saya juga sesuai dengan jumlah kata “IMAM” yang disebut dalam Al Quran adalah yaitu sebanyak 12 Kali.
    Eeiit..tetapi jangan Ge Er dulu.. karena hal itu masih harus kita konsultasikan dulu ke pihak yang merasa benar juga, dalam hal ini……. yang lagi semedi…hee.he..hee..

    Ada yang saya masih merasa bingung…. Dalam blognya, Juragan selalu memojokan kaum syi’ah, sedang kan berdasarkan pengakuan anda, anda adalah Sunni / Ahlusunnah waljamaah. sama dengan juragan juga termasuk Sunni. jadi apa masalahnya..??? apakah bukan berarti kesalah pengertian saja..?

    Mohon Maaf, kalau dalam pandangan saya, Islam selalu mengajarkan kepada kita untuk selalu berprasangka baik dan berpikir positif. dan menurut saya, dengan cara itu kita bisa sedikit demi sedikit membuka hijab kita dan mengambil hikmah yang tersembunyi.
    Saya yakin anda termasuk orang bijaksana yang saya suka.

    Oh iya, numpang tanya juga.. kalau saya melihat Yenny Wahid (Putrinya Sesepuh NU) di TV, saya selalu timbul pertanyaan, kok orang islam tidak memakai Jilbab.? Apakah aurat hanya ditutup dikala sholat saja.? barangkali anda berkenan menerangkan.?

    oke sahabatku…ini ada sedikit blog yang saya baca berasal dari blognya sahabat kita, mas Lambang, semoga anda berkenan membacanya….saya tunggu komentarnya.
    http://arifullah-ibn-rusyd.blogspot.com/2008/11/seputar-hadits-tentang-perpecahan-itu.html

    Salam Damai selalu untuk Sahabatku Tercinta.
    Semoga Hidayah bersama kita.

    • Assalamu’alaikum…

      Sahabatku Rudi yg baik hati,
      Terimakasih atas penjelasannya dgn doktrin LDII yg ekstrem tsb, hanya sayang tidak disebutkan dalilnya yg menjadi dasar sebagai bahan rujukan. Seperti adanya seorang IMAM, pasti ada nash Al Qur’an dan Al Hadits sebagai landasannya. Ini bisa kita bahas dlm diskusi yg selanjutnya. Betul, semua yg terjadi dlm kehidupan ini pasti ada hikmah dibalik semua itu.

      Balik maning nang Leeepp Toop.
      Sepengetahuan saya Al Qur’an dan As Sunnah tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya sehubungan dgn firman Allah swt dlm (QS. An-Nisaa’:59)

      Saya mengatakan:
      “Saya juga maklum dengan umpatan2 itu, mungkin karena Hidayah Allah belum sampai. Kewajiban saya hanya mengingatkan dan menyampaikan saja”.

      Karena saya merasa yakin atas kebenaran ajaran Ahlul Bait Nabi saw yg merupakan petunjuk jalan yang lurus (hidayah shirat al-mustaqim) dibandingkan dgn Mazhab/Aliran Islam lainnya.

      Anda mengutip firman Allah swt :
      “Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”. (Al-Maidah:48)

      Menurut saya, ayat tsb diatas menggambarkan bahwa umat Islam jangan kalah untuk berlomba-lomba dlm berbuat kebajikan dgn agama yg lainnya. Setelah semua mati (kembali kepada Allah), maka akan diberitahukan-Nya bahwa agama Islam lah agama yg hak dan diridhai Allah swt. Akan tetapi kalau didalam umat Islam sendiri apabila berbeda pendapat (berselish), maka yg paling tepat disandarkan kepada (QS. An-Nisaa’:59).

      Mohon ma’af, mungkin andalah yg secara tidak sadar belum menghayati Al Qur’an dan As Sunnah. 🙂

      Untuk masalah IMAM saya tidak Ge Er, selain disebutkan dalam nash Al Qur’an sebanyak 12 kali, saya merujuk kepada sabda Rasulullah dlm haditsnya:

      “Agama ini akan terus tegak berdiri sampai datangnya hari kiamat, sehingga datang kepadamu dua belas khalifah (imam), yang semuanya berasal dari suku Quraisy” (Muslim III hal 1453, Bukhari III hal 101, Turmudzi IV hal 501)

      Anda jangan menjadi bingung, memang betul saya seorang Sunni (Ahlussunah Waljama’ah), karena dibesarkan dilingkungan mazhab tsb. Akan tetapi setelah mencoba belajar untuk memahami mazhab Syi’ah/Ahlul Bait, maka kita akan mengetahui bahwa mazhab tsb dalam menjalankan seluruh amal ibadahnya selalu merujuk kepada perintah Allah dan Rasul-Nya didlm nash Al Qur’an dan As Sunnah, sepertinya kebenaran dlm agama Islam hanyalah satu. Saya fikir itu bukanlah salah pengertian, namun kebenaran dlm agama adalah merupakan suatu kepastian. Akan tetapi tidak ada paksaan dlm agama.

      Betul, Islam selalu mengajarkan kepada kita untuk selalu berprasangka baik dan berpikir positif, sehingga akan terbukalah segala hijab yg menghalangi kepada kebenaran yg hakiki sesuai dgn petunjuk Allah dan Rasul-Nya didalam Al Qur’an dan As Sunnah.

      Kalau melihat Yenny Wahid (Putrinya Sesepuh NU) di TV, menurut saya mungkin itu ada hubungannya dgn kwalitas iman dan ilmu seseorang. Seorang Muslimah wajib untuk menutup seluruh auratnya dalam kehidupan sehari-harinya, kecuali kepada muhrimnya.

      Setelah saya membaca dan memahami link
      http://arifullah-ibn-rusyd.blogspot.com/2008/11/seputar-hadits-tentang-perpecahan-itu.html
      Maka dapat diambil kesimpulan, ternyata agama Islam lebih parah dlm perpecahannya dibandingkan dgn agama yg lainnya. Karena Rasulullah saw pernah bersabda bahwa umat akan menyimpang setelah Beliau saw wafat.

      Demikian dulu penjelasan dari saya, kalau ada yg salah mohon kritik dan sarannya.

      Salam Damai selalu untuk Sahabatku Tercinta.
      Semoga Hidayah bersama kita, Amin yaa Allah yaa Rabbal’alamin
      Wassalamu’alaikum…

  6. senang sekali bersahabat dengan anda, yang mau berbagi hidayah dengan saya..

    • Alhamdulillah, saya juga merasa bahagia sekali ada seorang Sahabat yg telah bersedia menemani saya dlm berbagi ilmu untuk meraih hidayah Allah swt. Karena hidup didunia hanya sekali, namun diakhirat hidup adalah untuk selamanya, maka sayang kalau tidak dmanfaatkan untuk mencari dan meraih jalan lurus yg Allah ridhai.

      Jangan bosan Sahabat utnuk berbagi ilmu, memberi saran dan kritiknya. Pintu hati saya terbuka seluas-luasnya, Jazakumullaahu Khoiron Katsiron.

      Wassalamu’alaikum…

  7. @wawansyah
    1.Mas, saya tawarkan untuk membaca buku kecil berjudul,” Satu Islam:Sebuah Dilema”
    Buku kecil yg lama memang. Tapi itu memang sebuah pergulatan indonesianis seperti Kang jalal, pak Amien rais, cak Nur, dsb….
    Menarik sekali..
    2. Berhubung subyektifitas saya sebagai orang yg berasal dari islam ndeso yg baca bughya tul mustarsyidin itu disebutkan jumlah 73, yg kalo saya lacak mungkin berasal dari Al Milal Al Nihal karya Syahrastani yg terkenal itu (saya punya di rumah terbitan dar Al Surur, Bayrut)….
    Dan itu subyektif sekali.
    Jadi saya tidak terlalu pusing dengan konsep jamaah tertentu, karena amal jauh lebih penting.
    3. Kalo sampeyan minat saya juga punya naskah Sahih Bukhari dengan tulisan Imam Ali as, bukan ra atau krmh, sesuatu yg mungkin bikin stress parah wahabis yg tidak baca kitab kecuali kopi paste Bin baaz dan Utsaimin itu…..
    4. bagi saya, saya tidak keberatan ente jadi seorang syi’i dan bertasyayu’, karena Imam Syafii (imam idola kaum Nu seperti saya) pun sempat dicerca hanya karena tasyayu’ kepada Imam Ali as.
    Ma’assalam!

  8. @ahmed shahi kusuma

    1. Saya sangat tertarik sekali
    2. Betul amal lebih penting. Dahulukan ahlak daripada fiqih, namun kalau orang lain menyerang dgn fiqih, ya apa boleh buat untuk membela diri.
    3. Sangat berminat sekali, di internet ada? kalau tidak ada, bagaimana saya bisa mendapatkannya?
    4. Menjadi seorang Syi’ah, sepertinya saya masih dalam tahap belajar dan masih dangkal pemahaman mengenai hal tsb. Menurut ente Imam Syafe’i berwilayah kepada para Imam Ahlul Bait as tidak ya?

    Wassalamu’alaikum…

    • @wawansyah
      1. Ttg tulisan Imam Ali dengan sebutan Alahissalam dalam shahih bukhari, sampeyan bisa minta kopinya ke saya, dengan alamat Ahmed Shahi Kusuma, fakultas sastra Unitomo, Surabaya
      jalan semolowaru 84 Surabaya. Insya Allah saya kirim ,pokoknya dengan alamat yg jelas………..
      2. Dalam bertoleransi sesama madhzab Islam, kami sudah memiliki tradisi. Teman saya seorang dosen di UNAIR yg syiah( namanya Mohammad Ali, fakultas Ilmu Budaya) seperti sampeyan sudah biasa berjamaah dengan saya…..
      3.TTg pertanyaan ente, apakah Imam Syafii berwilayah kepada Imam AhlulBayt apa tidak,ini hal yg menarik.
      Begini, kalo Imam hanafi, ya… ketika membela Imam Zaid ra bin Ali Al Sajjad as.Tapi bukankah pengikut Imam Zayd bukan penganut Itsna Asyariyah seperti ente????
      Imam Syafii hidup di jaman Harun Al Rasyid, dan beliau dibelenggu dari Yaman ke Iraq, nah iyu pun tuduhan nya bermacam-macam…..nah apa ia syiih, apa arti syiih, kemudian??? La saya yg NU sudah biasa berdendang dan bertawassul dengan ahlul bayt, apakah saya syiah, tapi kemudian menghormati sahabat2 yg laen???? Yang saya tau kaum Nahdiyiin merasa bagian ahlussunnah bahkan dengan tradisi tarbi’ dari Umar bin Abdul Azies ra.
      nah itu yg bikin pusing…………orang2 wahabi tida tau bahwa tarbi’ tidak ada dalam nash!!! tapi inovasi Umar At Tsani!!!
      tapi Imam Syafii menghargai sahabat2 yg laen, baik Iraq, Mesir maupun Siria dan Yaman….
      Sudah punya syair Imam Syafii yg berbunyi
      ” Jika mencintai ahlulbayt dinggap Syiah,
      maka saksikan wahai atsaqolayn…
      saya seorang syiih”
      Itu mugnkin yg bisa saya jelaskan……..

  9. yang dikenal sejak jaman para raja-raja tasawuf hanyalah

    2. Mazhab Hanafi

    3. Mazhab Maliki

    4. Mazhab Hambali

    5. Mazhab Safe’i

    maaf postingaan ini kayak main-main saja, nggak cerdaas men…
    masa loe nulis juga yang ini:

    14. Islam Abangan

    emang islam abangan, sudah masuk golongan kah? atau mazhab? atau apalah?

    • Namanya juga secara acak, jadi tidak beraturan gitu lho. Islam abangan bisa disebut orang yg punya pemahaman (mazhab) tentang Islam. Memang ente lebih bagus blognya, saya salut deh. Terimakasih atas saran dan kritikannya.

  10. sori bro, gue nggak bermaksud begitu…
    soalnya “islam abangan” itu hanyalah gelar bernada ejekan kepada mereka yang mungkin dianggap tidak pernah peduli dengan islam, tapi ngakunya islam.
    namun, belum tentu orang yang dianggap islam abangan, nggak lebih tinggi ketauhidannya dibanding yang ngaku-ngaku pengikut sebuah aliran…

    itu saja, yang lain saya sih..wellcome aja dah..

    maaf jika kurang berkenan

  11. Mohon ma’af, mungkin andalah yg secara tidak sadar belum menghayati Al Qur’an dan As Sunnah.

    Untuk masalah IMAM saya tidak Ge Er, selain disebutkan dalam nash Al Qur’an sebanyak 12 kali

    ==> Coba tunjukan 12x tersebut oleh anda dalam Ayat berapa dan Nama Surah apa???

    ==> Siapa yang diangkat langsung oleh Allah sebagai IMAMNYA SELURUH MANUSIA ITU di dalam Alquran???

    ==> Menurut saya IBRAHIM dan menurut anda siapa???

  12. @Onta

    Ayat Imamah

    “Dan (Ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. Ibrahim berkata: (Dan saya mohon juga) dari keturunanku. Allah berfirman: Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim” (QS. Al Baqarah:124)

    Penafsiran ayat tsb diatas adalah sbb:

    Pertama, informasi ayat di atas adalah jelas, yakni bahwasanya kedudukan imamah berbeda dengan kedudukan kenabian.

    Kedua, kedudukan imamah lebih tinggi daripada kenabian. Dalilnya adalah bahwasanya Allah swt memberikan kabar gembira kepada Nabi Ibrahim as dengan imamah padahal sebelumnya beliau adalah seorang nabi.

    Ketiga, sesungguhnya imamah adalah janji Allah swt (yang dianugerahkan kepada hamba-Nya yang dikehendaki-Nya) yang tidak ada campur tangan manusia. Jadi, imamah adalah pilihan Allah swt, bukan pilihan manusia.

    Empat, karena imam adalah pilihan Allah swt, maka seorang imam haruslah maksum sepanjang hidupnya. Sebab apabila ia berbuat salah, maka itu adalah suatu kezaliman, sedangkan imamah tidak akan mengenai orang yang zalim, sebagaimana juga imam tersucikan dari kemusyrikan karena syirik kepada Allah swt itu adalah kezaliman yang sangat besar dan dosa yang tidak terampuni.

    Kelima, sesungguhnya ayat imamah tersebut menetapkan imamah bagi Nabi Ibrahim as dan sebagian keturunannya. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw dan keturunannya (Ahlul Baitnya) adalah keturunan Nabi Ibrahim as yg merupakan imam semenjak pemulaan risalah sampai wafatnya beliau dan digantikan oleh keturunan beliau hingga akhir zaman.

    Keenam, sesungguhnya diciptakannya imam oleh Allah swt itu adalah demi kepentingan manusia yg mendambakan kesempurnaan lahir dan bathin, yakni bahwasanya umat ini membutuhkan seorang imam di dunia maupun di akhirat.

    Wassalamu’alaikum…

  13. @ Sahabat Onta YTH.

    Mohon Maaf, sepertinya sudah selayaknya saya mengklarifikasi pernyataan saya, dalam diskusi saya bersama Sahabat Wawansyah.

    Memang pernyataan tersebut, sebelumnya seakan akan sudah menjadi sesuatu yang cukup mendasar buat saya, karena disumberkan dari situs yang cukup bermutu dimata saya, yang masih awam dalam Islam ini.
    Didalam situs ini di sebutkan bahwa ;

    Kata ( Imam) dengan arti pemimpin Ilahi baik kata tersebut berbentuk “plural” maupun “singular”, diulang 12 kali dalam Alqur’an, hal ini relevan dengan riwayat yang berbunyi”( Jumlah para imam setelah Rasulullah saw adalah 12 orang”) yang di nukil dari Rasulullah saw oleh kalangan syiah dan sunni. ……Bla..bla…blaa
    Mohon di survai ke blok ini sebagai sumbernya :

    http://quran.al-shia.org/id/mukjizat/01.htm

    Sebelum akhirnya, baru 2 hari yang lalu saya membaca diskusi mengenai “Imam”, di bloknya Kang Haniip, yang menimbulkan pertanyaan buat saya juga, seperti halnya Sahabat Onta YTH. Lalu saya mencoba mengecek sendiri ke Al Quran Digital dengan menuliskan kata “IMAM” di kolom “Search”, dan ternyata yang muncul cuma 3 kata “Imam”, yang semuanyapun merujuk ke Nabi Ibrohim as. sebagai “Imam”.

    Menjadi kebahagiaan saya yang tak terhingga, apabila ada sahabat seiman yang berkenan menjelaskan perbedaan pernyataan “besar” ini, karena menyangkut keyakinan berbagai Mazhab “Besar”, yang mempunyai banyak sekali pengikutnya.

    http://haidarrein.wordpress.com/2007/08/28/mengenai-akidah-12-imam/

    Keep In Peace and God’s Blessing.

    Terima kasih yang sebesar besarnya.

  14. Assalamu’alaikum,

    Salam kenal buat semua terutama Yth. Pengasuh. Saya sekarang berdomisili di al-Jubail Saudi arabia sebagai kuli pabrik. Saya sekedar pemerhati saja dan senang membaca artikel dan comment yang ada disini, lebih erat persahabatannya. Walaupun berbeda mazhab (ini hanya pendapat pribadi) tetapi saling menghargai. Mudah2an akan terus terasa damainya blog ini dengan berbagai khazanah keilmuan yang terus bertambah. Kepada pengasuh blog ini, dilanjut terus Gan…terimakasih,
    Mohon maaf bila kurang berkenan.

    • Wa’alaikumsalam…

      Salam persahabatan…Alhamdulillah anda telah sudi mampir ke blog ini, semoga sukses selalu di Saudi Arabia. Benar, walaupun terdapat perbedaan, namun persatuan dan persaudaraan tetap terjaga untuk menambah khazanah dan wawasan keilmuan dlm Islam. Saya sangat berkenan sekali, terimakasih.

      Wassalamu’alaikum…

  15. @wawansyah
    Limadza lam taktab mundu muqdza thowiila????

  16. Utk Wawansyah.

    Rupanya anda ber mazhab Syiah Isna Asyaraiah. Katanya sih mazhab Ahl Bait. Dimana anda bisa ketemu Ahl Bait sehingga anda tahu ajaran Ahl Bait? atau mungkin anda tahu bagaimana persepsi Ahl Bait terhadap ayat2, apakah anda pernah langsung bertemu Ahl Bait ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: